Phone : (0274) 884410 | Email : info@aryagunaputra.com

Home > News > Pengamat: Kini Saat Tepat Investasi Properti

mahogany_20150927_175322WARTA KOTA, CIKARANG – Pelambatan pertumbuhan ekonomi akhir-akhir ini membuat banyak sektor termasuk bisnis properti terkena imbasnya. Namun di saat ekonomi mengalami pelambatan, justru dinilai oleh pengamat properti sebagai waktu yang tepat untuk berinvestasi di bidang properti. Andreas Siregar, pengamat properti dari Panangian School of Property mengatakan bahwa dalam siklus bisnis properti ada istilah booming property. Saat terjadi booming property, developer menjadi raja karena bisa menentukan harga properti dengan harga tinggi. “Setelah booming property, terjadilah masa perlambatan. Itulah saat para pemilik uang menjadi raja. Masa perlambatan ekonomi itu jusru waktu yang tepat untuk investasiproperti karena banyak insentif diberikan baik di pasar primer maupun sekunder. Pengembang juga menahan harga,” tuturnya di sela-sela peluncuran show unit Mahogany Residence, di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Minggu (27/9/2015). Menurut Andreas, selain membicarakan peluang, orang yang akan berinvestasi harus juga menghitung resiko. “Investasi merupakan pengorbanan yang sudah pasti saat ini dengan harapan untuk mendapatkan keuntungan yang belum pasti. Maka modalnya harus aman dulu, jangan sampai modal habis tergerus inflasi. Investasi apa yang tidak tergerus inflasi, ya properti,” terangnya. Selain modal aman, lanjut Andreas, harus ada kenaikan nilai (gain) dari investasi yang dipilih. Properti yang memiliki gain tinggi hanya ditemukan di lokasi sunrise.

Sunrise property itu sendiri, kata Andreas, ditentukan dua hal yaitu lokasi properti yang peruntukannya memang sudah ditetapkan pemerintah, dan perkembangan kawasan itu sendiri di tahun-tahun mendatang. “Kenaikan nilai itu sendiri, menurut saya yang aman minimal 15 persen per tahun, dengan tingkat balikan (yield) minimal 8 persen per tahun,” imbuhnya. Direktur Sales & Marketing PT Nusantara Prospekindo Sukses (NPS), Supriantoro mengakui adanya penurunan permintaan produk properti yang dikembangkan NPS selama 2015 ini. NPS adalah anak usaha PT Cowell Development Tbk yang mengembangkan kawasan terintegrasi, The Oasis. “Tahun lalu, Januari—Agustus penjualan sudah di atas 100 persen, sekarang masih di bawah 75 persen, tapi kami optimis tercapai 100 persen hingga akhir tahun ini. Targetnya sama, 85 unit per bulan. Bersyukur kemarin ada yang transaksi sampai satu lantai. Mereka bilang, kalau ditahan sampai tahun depan, harganya nggak bakalan dapet satu lantai,” kata Supriantoro. Show unit Mahogany Residence yang diluncurkan Minggu (27/9), merupakan tipe suite dengan luas 68—88 meter persegi. Total hanya ada 52 unit tipe suite, masing-masing dua unit per lantai. Suite unit ini merupakan kombinasi dua unit tipe one bedroom. Harga suite unit ini berkisar Rp1,9 miliar.

Suite unit itu dijamin tersewa selama setahun sehingga pembelian unit ini akan langsung mendapatkan profit dari hasil sewa. Sebagai gambaran, kata Supriantoro, sewa hunian apartemen di wilayah Cikarang untuk kalangan ekspatriat berkisar 2.500—3500 USD. Sebanyak 32 persen ekspatriat yang bekerja di berbagai perusahaan multinasional di kawasan Cikarang adalah dari Jepang, dan sekitar 26 persen dari Korea. “Tingkat kenaikan nilai di The Oasis ini sekitar 30 persen dengan flexible payment. Di tahun kedua, pembeli sudah bisa menikmati kenaikan nilai, sementara rata-rata yield di Cikarang itu 20 persen,” bebernya. Rencananya, akan ada enam tower aparteman yang dikembangkan NPS. Mahogany Residence sudah topping off 13 Juni 2015 lalu dan akan serah terima pada Desember 2015, sementara Acacia Tower sudah ground breaking 28 Agustus 2015 lalu.

News